Relaksasi Spontan Untuk Kesehatan - Silakan Baca

11Dec2017
Article Index
Relaksasi Spontan Untuk Kesehatan
klik
All Pages

 

Relaksasi menurut Purnawan EA yang konselor Life Strategy dan hypnotherapist, relaksasi merupakan bawaan manusia bahkan disuarakan dengan penuh bijak oleh tokoh tokoh besar seperti Kong Fu Tze, Yesus, Anthony De Mello, Mahatma Gandhi dan lain lain, relaksasi menjadi ciri khas manusia yang sudah melekat. Hanya saja teknik relaksasi itu kembali kepada manusianya. Relaksasi merupakan bagian dari meditasi,  meditasi jenis ini tidak harus dengan cara duduk diam tak bergerak berjam jam memejamkan mata menarik dan menghembuskan nafas berkali kali, walaupun saya kadang masih meditasi dengan cara ini namun tidak kontinyu. Menurutnya meditasi berbeda dengan konsentrasi, bahkan Anand Krishna ( saya sempat mengenyam pelatihan meditasinya di Jakarta ), meditasi merupakan suatu cara membuyarkan pikiran, sedang konsentrasi memusatkan pada satu titik.

Jika melihat perbedaan antara meditasi dan konsentrasi maka akan didapatkan hasil yang berbeda, meditasi tidak membutuhkan energi yang besar karena membuyarkan pikiran, secara implisit menerima segala sesuatu seperti apa adanya, tidak ditambah, tidak dikurangi, tidak menuduh, tidak memuji, dan tidak mencela serta tidak menganalisa. Sedangkan konsentrasi membutuhkan energi yang besar. Konsentrasi adalah titik, pemberhentian, terminal, konsentrasi semacam ini akan membuat anda menjadi tumpul dan bodoh, hanya mikirin target dan mengabaikan proses. konsentrasi bertujuan pada sebuah hasil. Entah bagaimana dan apa bentuknya mungkin ada bisa melihat pada adegan yang sangat berbahaya seperti menggores kulit dengan pisau namun tidak berdarah. Bagi saya tetap tindakan paling bodoh hal semacam itu, memupuk egosentris dengan segala kemampuan yang aneh bin ajaib, makanya ada yang tiba tiba langsung "disambet" malaikat karena adegan tersebut tidak diperhitungkan secara matang, istilah jawanya "sembrono".

Meditasi merupakan solusi yang paling mudah diterapkan untuk membantu proses penyembuhan penyakit, tidak otomatis menisbikan namanya obat, obat tetap penting. Meditasi merupakan suatu cara menumbuhkan sugesti. Sebagai contoh, sembuh tidaknya seseorang dari penyakit ditentukan oleh keyakinan pasien dan keyakinan dokter, obat mempercepat kesembuhan, biarpun harga obat itu satu milyar, kalau pasiennya bosan hidup ya sami mawon, tak lama lagi akan menyandang gelar almarhum.

Meditasi tidak harus duduk diam tak bergerak, maka meditasi bisa dilakukan dengan cara apa saja, ketika anda bekerja, menyopir, berolah raga, main catur bahkan dalam bis yang penuh sesak dan bau keringat. Meditasi jenis ini ibarat anda menyopir kendaraan, kedua kaki anda mancal ke pegas dan rem, tangan anda di stir, telinga anda mendengar musik, mata anda tertuju ke depan. Relaksasi merupakan bagian dari meditasi maka anda bisa menerapkan relaksasi spontan tersebut ketika anda berada di manapun dan kapanpun serta apapun posisi anda. Meditasi dibangun berdasarkan pada “rasa” bukan “pikiran”, maka dalam teknik meditasi yang paling mudah yaitu relaksasi, dengan relaksasi “rasa” itu akan dikedepankan, “pikiran” akan diluruhkan.

Sebagai contoh, anda naik bis Semarang - Magelang, jalur yang padat ini jika naik bis ekonomi akan luar biasa pengap, panas, dan sumpek, anda seperti dimasukan ke wajan penggorengan. Bahkan mungkin anda membawa telur mentah sampai Magelang akan matang dengan sendirinya. Bagaimana reaksi anda jika di dalam bis yang luar biasa sumpek ? bahkan berisiknya bisa mengalahkan pasar atau kandang ayam, belum lagi dalam perjalanan ke Magelang pun saya terpaksa merogoh recehan sampai 7 kali karena banyak pengamen keluar masuk bis tanpa permisi nyanyi "sak karepe dhewe". Mereka nyanyi tepat di depan muka saya bahkan ludahnya sampai "mencelat" di kepala saya.

Mungkin anda bisa mengibaskan tangan mengusir panas, bisa membuka jendela agar bis ekonomi itu biar ada ACnya alias "Angin Cendelo", tapi toh anda tetap akan kepayahan menghadapi situasi seperti itu, parahnya semakin anda cuek, justru anda semakin stress, keringat semakin membanjir dan anda tak sadar mengalami basah kunyuk sekujur tubuh anda.

Maka relaksasi adalah yang paling tepat dilakukan di saat anda mendapatkan situasi seperti itu. Pertama rasakan panasnya, rasakan sumpeknya, tapi jangan mencela, jangan menuduh, jangan berpretensi, jangan berprasangka, jangan menganalisa semua dalam pikiran anda. Rasakan genggaman tangan anda di tas yang anda bawa, rasakan jejakan kaki anda di lantai bis ekonomi, rasakan getaran lantai, rasakan senggolan orang lain. Sekedaaaar merasakan … dengar suara deru mesin kendaraan, dengarkan suara dendang lagu pengamen kelas pinggir jalan, namun jangan memuji lagu tersebut, jangan menganalisa, sekedar hanya dengar. Jika anda melawan semua itu maka pikiran yang akan bekerja, pikiran akan menaikan beban kerja otot. Orang yang bekerja dengan lebih banyak berpikir akan lebih cepat lelah lebih banyak membutuhkan relaksasi dibanding orang yang suka bekerja dengan tenaga. Itulah mengapa saya sering bolak balik naik bis dengan berdiri Tangerang Jakarta bekerja setiap hari tidak mengalami kelelahan, bahkan masih sempat begadang nonton bola, sempat sempatnya memuaskan hobi saya main catur sampai bosan karena tidak ada teman yang mengalahkan, walaupun sudah "dipur" benteng satu.

Ketika anda sembuh dari sakit, relaksasi juga merupakan sarana mempercepat kesembuhan disamping meminum obat sesuai anjuran dokter. Anda bisa bersepeda, mendengarkan suara kicauan burung, namun jangan memuji, dengarkan suara suara itu, jangan dimasukan ke dalam pikiran. Orang sakit jika diajak berpikir akan langsung drop. Jadi so, selain obat yang sesuai resep dan diminum secara teratur, relaksasi juga sebagai obat yang manjur. Selamat berelaksasi secara spontan.

Penulis : Yohan Kusmintoro

Blogger / Budayawan pemerhati masalah sosiologi. Bekerja di IT Direktorat Sekolah Theresiana Yayasan Bernardus